Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol Wahyu Istanto Bram menegaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.
“Unit Intelmob Polda Malut menerima informasi adanya pencurian uang milik korban di Kelurahan Gamalama, kemudian langsung bergerak melakukan penyelidikan,” ujar Wahyu, Minggu (29/3/2026).
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di Rusunawa Gamalama. Dari hasil analisa rekaman tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku.
Tak berselang lama, tim berhasil mengamankan seorang pria berinisial F di Kelurahan Makassar Timur. Dari hasil interogasi, terduga pelaku mengakui keterlibatan dua rekannya, yakni Ari dan Apri.
“Dari hasil pemeriksaan, pelaku yang diamankan mengakui aksi pencurian dilakukan bersama dua rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran,” jelasnya.
Pengembangan kasus terus dilakukan hingga polisi mengamankan seorang saksi bernama Hendra yang mengetahui lokasi penyimpanan barang bukti.
Berdasarkan keterangannya, uang hasil curian disembunyikan di bawah jembatan Pasar Barito, Kelurahan Gamalama.
Tim kemudian bergerak ke lokasi dan berhasil menemukan tas berisi uang tunai yang diduga hasil pencurian.
“Barang bukti ditemukan di bawah jembatan Pasar Barito sesuai keterangan saksi, dan langsung diamankan oleh tim,” tambahnya.
Sementara itu, korban diketahui bernama Saiful S. Hasan, warga Pulau Moti yang berprofesi sebagai pedagang sembako dan bahan bangunan. Ia datang ke Ternate untuk berbelanja kebutuhan dagangannya.
Namun nahas, saat berada di Kelurahan Gamalama, uang miliknya yang disimpan di kabin depan mobil truk raib digondol pelaku.
Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai dengan total Rp 89.820.900, terdiri dari berbagai pecahan, serta sejumlah barang pribadi milik korban seperti buku tabungan, kartu ATM, tas ransel, dan pakaian.
“Total uang yang diamankan sebesar Rp 89.820.900 bersama sejumlah barang milik korban,” tegasnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya yang identitasnya telah dikantongi.
“Kami terus melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lain yang masih melarikan diri,” pungkasnya.












