MOROTAI- Klarifikasi anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Aksandri Kitong di sejumlah media online terkait pernyataannya yang berbau SARA bukan ditujukan kepada umat Muslim tetapi kepada salah satu anggota GMKI bernama Ian, menurut Pimpinan Muhammadyah Pulau Morotai itu adalah sebuah pemutar balikan fakta dan mencari pembenaran publik.
“Jawaban yang disampaikan Aksandri Kitong itu sebua pemutar balikan fakta dan mencari pembenaran publik. Saya justru menilai yg dilakukan oleh anggota DPRD ini adalah sebua konsolidasi, dan konspirasi jahat untuk menyulut kebencian terhadap kelompok agama tertentu, dan kepada pejabat publik,” tegas Asrun, Senin (30/3/2026) malam.
Lanjut menurut Asrun, WA yang bersangkutan terbaca jelas bahwa niatnya sudah tidak bagus. Karena itu, sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pulau Morotai mengutuk keras ucapan yang Amoral ini, dan harus ditersangkakan oleh aparat penegak hukum sebagai pelajaran bagi siapa saja yg mengeluarkan bahasa provokatif seperti itu.
Selain itu, mantan Wakil Bupati Pulau Morotai ini menilai pernyataan Aksandri Kitong juga telah melecehkan program literasi Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman Hi Ahmad. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak pantas dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kebersamaan dan toleransi. Ia menekankan bahwa Muhammadiyah Kabupaten Pulau Morotai tidak akan tinggal diam atas pernyataan yang dianggap merusak kerukunan dan persatuan masyarakat.
“Karena pernyataan Aksandri Kitong telah melanggar hak-hak asasi manusia dan bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Untuk itu, saya meminta kepada Polda Malut segera tangkap Aksandri Kitong untuk diadili, guna memastikan bahwa pernyataan serupa tidak akan terulang di masa depan,” desaknya.
Muhammadiyah Kabupaten Pulau Morotai juga meminta kepada Partai Demokrat dan DPRD Provinsi Maluku Utara untuk mengambil tindakan tegas terhadap Aksandri Kitong atas pernyataannya. Asrun Padoma berharap agar A Kitong dapat mempertanggungjawabkan pernyataannya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Imam Besar Masjid Agung Pulau Morotai ini juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat, terutama di Halmahera Utara khususnya dan Maluku Utara umumnya yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Ia berharap agar masyarakat dapat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan yang tidak bertanggung jawab.
Muhammadiyah Kabupaten Pulau Morotai akan terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat. Asrun Padoma juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga toleransi dan menghormati perbedaan.
Pernyataan Aksandri Kitong juga dianggap telah merusak citra DPRD Provinsi Maluku Utara dan pemerintah daerah. Asrun Padoma berharap agar pemerintah daerah dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Asrun Padoma menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa Muhammadiyah Kabupaten Pulau Morotai akan terus berjuang untuk menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat, serta mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan. (*).







