Pascagempa M 7,6, Warga Halmahera Barat Mengungsi ke Dataran Tinggi

Halmahera Barat73 Dilihat

HALBAR – Warga Desa Saria, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mengungsi secara mandiri ke dataran lebih tinggi setelah gempa bumi Magnitudo 6,7 mengguncang Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.

‎Kepanikan warga semakin meningkat saat air laut di pesisir desa tiba-tiba surut secara serentak, tak lama setelah gempa terjadi. Fenomena itu memicu kekhawatiran akan potensi tsunami.

Informasi yang dihimpun media ini, warga berhamburan meninggalkan rumah dan memilih menyelamatkan diri ke daerah perbukitan yang berada cukup jauh dari garis pantai.

“Air laut yang semula pasang tiba-tiba kering (surut), makanya kami panik dan langsung lari ke gunung,” ujar salah satu warga desa Saria.

Selain menyelamatkan diri, sejumlah warga juga bergegas menuju sekolah untuk menjemput anak-anak mereka. Barang-barang penting turut dibawa saat mengungsi.

Hingga saat ini, situasi di lokasi masih dipantau oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat yang telah menerjunkan personel ke lapangan guna melakukan monitoring dan memastikan kondisi warga.

Belum ada laporan resmi terkait kerusakan maupun korban jiwa. Namun, warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas terkait perkembangan situasi pascagempa.

banner 970x250 banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *