Kunjungan tersebut dilakukan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku Utara guna memastikan situasi keamanan pasca bentrokan antarwarga, sekaligus memantau kondisi masyarakat yang terdampak.
Di Desa Siboenpopo, Kapolda meninjau sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan. Ia memastikan pemerintah akan segera membangun kembali rumah warga yang terdampak konflik.
“Kami juga menyampaikan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara bahwa rumah warga yang rusak akan dibangun kembali. Saya mengimbau masyarakat yang masih mengungsi agar segera kembali karena situasi sudah aman,”ujar Waris
Selain itu, Kapolda menegaskan pihaknya akan membangun pos pengamanan di wilayah tersebut sebagai bentuk respon atas permintaan warga. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga serta mencegah terjadinya konflik susulan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar, terutama yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Usai dari Siboenpopo, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Yeke untuk menemui warga yang mengungsi.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa serta mengajak masyarakat untuk tetap menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif.
Kapolda menegaskan, kehadiran TNI dan Polri di lokasi konflik merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Ia berharap kedua desa yang sempat bertikai dapat kembali hidup rukun dan damai.
“Kami akan terus hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman,” pungkasnya.












