Kisruh Rekomendasi HIPMI Halut, Ketua Bidang angkat Bicara

Halmahera Utara167 Dilihat

Tobelo—Handriward Tonoro, Ketua Bidang Investasi dan Kerja Sama Antar Daerah HIPMI Halmahera Utara, menyatakan bahwa polemik dugaan pemalsuan dokumen dan terbitnya rekomendasi yang beredar di media menyeret nama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Halmahera Utara ke dalam krisis kepercayaan publik. Pasalnya, pernyataan Ketua HIPMI Halut justru memunculkan pertanyaan baru dari internal organisasi.

Menurut Handri, dirinya tidak pernah mengetahui, apalagi terlibat dalam proses penerbitan rekomendasi yang kini menjadi polemik. Ia menegaskan bahwa tidak ada pembahasan resmi dalam forum organisasi terkait hal tersebut.

“Tidak pernah ada rapat, tidak ada koordinasi dan tidak ada keputusan kolektif. Tiba-tiba muncul di publik dan menjadi kegaduhan,”ujarnya kepada halmaherapress.com, Sabtu (23/05/2026).

Ini mencerminkan problem mendasar dalam tata kelola organisasi, di mana keputusan strategis diduga diambil secara sepihak tanpa melibatkan struktur yang sah. Alhasil, praktik tersebut bertentangan dengan prinsip kolektivitas dan transparansi yang seharusnya menjadi fondasi organisasi. Tambah Handri

Handri juga menambahkan, kisruh yang berkembang, termasuk dugaan pemalsuan dokumen, dinilai tidak hanya mencoreng nama baik organisasi, tetapi juga memperlihatkan lemahnya akuntabilitas internal.

“Kalau benar ada dugaan pemalsuan dokumen, ini persoalan serius. Tidak bisa diselesaikan dengan diam atau narasi sepihak. Harus ada kejelasan dan pertanggungjawaban,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan peran kepemimpinan organisasi, khususnya Ketua dan Sekretaris, yang dinilai tidak menjalankan mekanisme organisasi secara semestinya. Kami para Ketua Bidang justru seperti dikesampingkan dalam proses pengambilan keputusan penting.

Handri menekankan bahwa HIPMI bukan milik individu atau kelompok tertentu, melainkan organisasi kolektif yang harus dikelola secara terbuka dan demokratis.

“Organisasi ini milik bersama, bukan milik satu orang saja. Kalau dikelola secara tertutup dan elitis, maka yang terjadi adalah pembusukan dari dalam dan potensi konflik internal akan semakin meluas.tutupnya

banner 970x250 banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *