TOBELO,HP—Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua hadir sebagai pembicara mewakili kepala daerah se-Maluku Utara dalam “North Moluccas Investment Business Forum (NMIBF) 2026” yang berlangsung di Hotel Bella, Kota Ternate, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, Halmahera Utara memiliki potensi perikanan yang besar, namun belum digagas sepenuhnya berdasarkan data Pemkab.
“Saat ini perikanan masih mencapai potensi standing stock sekitar 146 ribu ton, sedangkan kapasitas pengolahan maksimal sekitar 80 ribu ton per tahun pemanfaatan potensi tersebut saat ini baru mencapai sekitar 20 ribu ton per tahun, sementara sekitar 66 ribu ton belum bisa dimanfaatkan”ungkap Bupati.
Bupati mengatakan, potensi pengelolaan perikanan tidak dapat hanya mengandalkan metode tradisional perseorangan, baik dari sisi alat tangkap maupun jangkauan wilayah penangkapan.
“Kebutuhan tersebut harus benar-benar diperlukan pengembangan fasilitas dan industri pengolahan agar potensi tersebut memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi daerah,”ujarnya.
Lanjut Bupati, kawasan perikanan yang dinilai memiliki pengembangan potensi yang besar adalah sektor perikanan di Loloda Kepulauan dan Loloda Utara yang saat ini terus dikembangkan.
Sementara desa yang masuk dalam destinasi wisata yakni Pulau Meti dan Gunung Dukono Jadi Potensi destinasi wisata unggul.
Bupati juga menambahkan Halmahera Utara memiliki potensi pariwisata yang cukup dikembangkan untuk mendukung diversifikasi ekonomi daerah.
“Gunung Api Dukono memiliki daya tarik tersendiri karakteristik aktivitas vulkanik yang menjadi pesona pemandangan wisatawan. Fenomena erupsi menjadi kerap di kenal seluruh masyarakat Maluku Utara dan sampai ke luar negeri,”tutupnya.
(red/wir)










