TERNATE,HP–Puncak rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) Provinsi Maluku Utara resmi berakhir di Kelurahan Taduma, Kota Ternate, Senin (16/3). Kehadiran Wakil Gubernur Sarbin Sehe yang didampingi Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara menjadi simbol kolaborasi kuat antara pemerintah dan penggerak keluarga dalam upaya menjinakkan laju inflasi daerah.
Setelah berkeliling di 10 kabupaten/kota, Klurahan Taduma terpilih menjadi lokasi penutup. Agenda ini bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan momentum edukasi bagi masyarakat untuk menjadi konsumen yang lebih bijak.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam arahannya memberikan perhatian khusus pada peran ibu rumah tangga. Saat ini, angka inflasi Kota Ternate mencapai 6%, melampaui rata-rata provinsi yang berada di angka 5,8%. Menurut Wagub, kunci menekan angka ini ada di tangan para ibu.
Kaitan dengan itu, Wagub menyoroti dua kebiasaan yang perlu diubah oleh masayarakat Yaitu :
– *Stop Belanja Emosional* : Beliau mengajak warga meninggalkan perilaku belanja berlebihan atau “halibiru” yang seringkali tidak didasari kebutuhan mendesak.
– *Efisiensi Konsumsi* : Menyoroti angka pemborosan pangan selama Ramadan yang mencapai miliaran rupiah per malam, Wagub meminta para ibu untuk lebih disiplin dalam mengatur porsi makanan agar tidak mubazir.
dalam arahannya, Ibu-ibu adalah garda terdepan ekonomi bangsa. Jika dapur diatur dengan cerdas dan belanja dilakukan sesuai kebutuhan, kita secara langsung membantu menjaga harga tetap stabil di pasar,” ujar Wagub.
Program Intervensi Harga Sembako Terjangkau untuk Rakyat adalah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Melalui Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara, mendistribusikan 500 paket sembako melalui sistem kupon. Total komoditas yang digelontorkan dalam giat ini mencakup 2,5 ton beras, 1 ton gula pasir, dan 1.000 liter minyak goreng.
Intervensi ini sangat berdampak positif apa bila diperhadapkan dengan harga pasar saat ini. Dengan hanya membayar Rp50.000, warga Taduma bisa membawa pulang paket lengkap berisi beras, gula, dan minyak goreng. Kadis Pangan Malut, Dheni Tjan, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang adil dan terjangkau di tengah fluktuasi harga.
Harapan Warga dan Pesan Sosial warga taduma bahwa kegiatan ini adalah sebuah belah di tengah-tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya subsidi pemerintah daerah Provinsi Maluku Utara yang langsung menyentuh kepada masyarakat kecil.
Menutup rangkaian kegiatan, Wagub Sarbin Sehe mengingatkan agar semangat Ramadan tidak luntur oleh urusan konsumsi semata. Ia mengajak seluruh hadirin untuk memperkuat kepedulian sosial melalui zakat dan santunan bagi mereka yang membutuhkan.
Hadirnya jajaran TP PKK, Satgas Saber Pangan, hingga perangkat kelurahan dalam giat ini menunjukkan bahwa penanganan pangan di Maluku Utara dilakukan secara gotong-royong dengan melibatkan semua level provinsi hingga ke unit terkecil di masyarakat.(red)












