TOBELO,HP—-Talud penahan ombak di tiga desa yakni Desa Tuakara, Dedeta dan Dagasuli, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara dilaporkan ambruk akibat diterjang derasnya ombak yang menghantam pesisir pantai kawasan itu akibat angin kencang dan gelombang tinggi, sejak tanggal 10 Maret 2026.
Selain talud penahan ombak yang hancur, beberapa rumah yang ada di lokasi tersebut terancam.
Camat Loloda Kepulauan Yakmil Abd Karim, menjelaskan talud penahan ombak sepanjang kurang lebih ratusan meter di tiga desa, saat ini sebagianya telah ambruk akibat dihantam ombak. Tiga desa tersebut yakni Desa Tuakara panjang kurang lebih 370 meter dan Desa Dedeta 300 meter dan Desa Dagasuli 180 meter.

“Untuk rumah warga, ada tiga desa mengalami dampak kerusakan serius seperti Desa Tuakara 3 rumah warga dan 2 rumah dinas rusak parah, Desa Dama 1 rumah rusak ringan, Desa Dedeta 1 rumah rusak parah,”ungkap Yakmil And Karim, kepada halmaherapress.com, Selasa (17/03/2026).
Menurutnya, akibat talud ambruk dan beberapa rumah warga yang hancur, warga yang tinggal di sekitar lokasi merasa khawatir dan tidak nyaman.
“Kami sudah berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, untuk semua fasilitas kerusakan akibat angin kencang dan gelombang sudah terdata,”kata Yakmil And Karim, yang biasa disapa Abang Gibran.
Dia menambahkan, kalau dilihat deretan kerusakan rumah dan talud penahan ombak yang ambruk jika ditaksir kerugiannya mencapai kurang lebih ratusan miliar.
“Musibah tak disangka dimohon menjadi catatan serius, diminta kepada Pemerintah kabupaten Halmahera utara, dan Pemprov Maluku Utara segera mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi gelombang susulan mengingat cuaca saat ini sedang tidak Baik-baik,”tutup mantan Sekretaris KPU Pulau Morotai.(red)






