JAKARTA–-Aktivitas gempa bumi beruntun mengguncang kawasan laut Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026). Data resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 159 kali gempa terjadi dalam rentang waktu siang hingga malam pukul 22.13 WIB.
Fenomena ini tergolong sebagai gempa swarm, yakni serangkaian gempa bumi yang terjadi secara beruntun di satu wilayah dalam waktu relatif singkat tanpa satu gempa utama (mainshock) yang dominan. Meski demikian, sejumlah getaran tercatat memiliki magnitudo cukup kuat dan dirasakan masyarakat.
Berdasarkan data BMKG, gempa terbesar mencapai magnitudo 5,9 yang terjadi pada pukul 21.13 WIB. Tak lama berselang, gempa berkekuatan 5,7 kembali terjadi pada pukul 21.34 WIB. Selain itu, puluhan gempa lainnya berada pada kisaran magnitudo kecil hingga menengah.
Dari sisi kedalaman, mayoritas gempa tergolong dangkal, yakni berada pada kedalaman 10 hingga 30 kilometer. Karakter gempa dangkal ini berpotensi lebih terasa di permukaan, terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau terdekat di Maluku Utara.
Puncak Aktivitas Malam Hari
Frekuensi gempa meningkat signifikan pada malam hari. Dalam periode pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB, gempa terjadi dengan interval sangat rapat, bahkan hampir setiap 1 hingga 5 menit. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga yang merasakan guncangan berulang dalam waktu singkat.
Sejumlah warga di wilayah pesisir dilaporkan memilih tetap siaga dan berada di luar rumah untuk mengantisipasi gempa susulan yang lebih kuat.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga saat ini, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur yang signifikan maupun korban jiwa akibat rentetan gempa tersebut. Namun demikian, BMKG menegaskan bahwa situasi masih dinamis dan terus dipantau secara intensif.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta hanya mengakses informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa.
Selain itu, warga di wilayah rawan diingatkan untuk:
Memastikan struktur bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa
Mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul aman
Menjauhi bangunan retak atau berpotensi roboh
Tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan
BMKG juga memastikan bahwa hingga saat ini belum ada indikasi tsunami, namun masyarakat tetap diminta siaga dan segera mengikuti arahan otoritas jika terjadi perkembangan situasi.
Aktivitas seismik di kawasan Laut Maluku Utara dikenal cukup tinggi karena berada di zona pertemuan lempeng tektonik aktif. Oleh karena itu, BMKG terus melakukan pemantauan secara real-time guna mengantisipasi potensi eskalasi aktivitas gempa di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan serta memastikan sistem mitigasi bencana berjalan optimal di tengah meningkatnya aktivitas gempa ini.












