GMKI Tobelo Desak APH Tangkap Aktor Intelektual Bentrok Warga Dua Desa di Halmahera Tengah

TERNATE, HP—Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tobelo mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segara menangkap aktor intelektual di balik konflik warga dua desa Banemo-Sibenpopo di Kecamatan Patani Barat Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara.

“Konflik dua desa di Halmahera Tengah, APH harus tegas, pelaku yang diduga terlibat harus ditangkap jangan dibiarkan pembiaran,”ujar Ketua GMKI Cabang Tobelo, Fredik Salawangi  Halmahera Utara,  melalui siaran pers yang diterima redaksi halmaherapress.com, Jumat (03/04/2025).

Menurutnya, keterlambatan dalam penanganan konflik tersebut akan berdampak serius, mulai dari meningkatnya eskalasi kekerasan hingga terjadinya kebakaran rumah warga dan bahkan menimbulkan korban jiwa. Situasi ini menunjukkan adanya kegagalan dalam langkah preventif dan respons cepat dari aparat penegak hukum.

“Sebagai bentuk keterpanggilan moral dan tanggung jawab sosial, kami minta APH untuk segera mengatasi masalah tersebut,”tegasnya.

Dikatakannya, konflik yang terjadi di dua desa yakni desa Banemo-Sibenpopo, APH harus serius mengusut tuntas akar persoalan konflik antara kedua desa.

“Penangkapan pelaku yang terlibat dalam konflik merupakan langkah krusial dalam penegakan hukum untuk memastikan keadilan dan mencegah bias konflik,”ujarnya.

Menurutnya, tindakan tegas terhadap provokator, perusak, atau pihak yang melakukan kekerasan (anarkis) diperlukan agar penanganan kasus tidak terkesan memihak salah satu kelompok

“APH harus tegas, aktor intelektual yang diduga menjadi dalang di balik konflik harus ditangkap agar konflik tidak terjadi lagi,” katanya

Dia menambahkan, penyelesaian konflik dua desa desa di Halmahera Tengah tidak boleh berhenti, harus menggunakan mode pedendekatan dari hati ke hati, jangan menggunakan pendekatan material.

“Penggantian rumah warga yang terbakar bukanlah solusi utama. Negara harus hadir untuk menegakkan keadilan dengan mengungkap dan menangkap aktor intelektual di balik konflik ini. Tanpa itu, potensi konflik akan terus berulang,” tegas Fredik Salawangi.

GMKI Tobelo juga menegaskan bahwa upaya menggantikan rumah warga yang terbakar bukanlah solusi utama dari persoalan ini.

“Penyelesaian yang bersifat material semata tidak akan menyentuh akar konflik yang sesungguhnya. Yang lebih penting adalah mengungkap dan menindak tegas pihak-pihak yang menjadi aktor utama di balik terjadinya konflik tersebut,”tegasnya kembali.

GMKI Cabang Tobelo berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan.

“Demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di tengah masyarakat Halmahera Tengah, negara harus tegas biar biar permasalahan tersebut tidak terulang kembali.”tutupnya.

banner 970x250 banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *