TOBELO- Dua desa yakni Desa Kira dan Duma Kecamatan Galela Barat Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara menggelar Deklarasi Damai, di pusatkan di perbatasan dua desa setempat, Jumat (10/4/2026).
Bupati Halut Dr. Piet Hein Babua mengatakan deklarasi damai yang paling terpenting adalah peran generasi muda jagalah negeri ini hidup damai sentosa torang semua bersaudara persoalan yang terjadi kemarin bukan konflik antaragama
“Gunakan medsos yang baik tidak mudah terprovokasi hal-hal yang buruk yang bisa menimbulkan konflik kegaduhan,”tegas Bupati.
Dikatakannya, deklarasi ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata, akan tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai.
Sementara itu Wakil Bupati Halut Dr. Kasman Hi Ahmad menegaskan bahwa persatuan lintas agama di Halmahera Utara merupakan warisan sejarah yang tidak boleh terpecah. Ia menyinggung semangat perjuangan masa lalu yang melibatkan kebersamaan antara umat Islam dan Kristen sebagai fondasi kuat dalam membangun daerah.
Menurutnya, nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan persaudaraan harus menjadi landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mengarahkan dan mengontrol perilaku generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
“Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dengan nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi persatuan. Jangan sampai mereka terjerumus dalam konflik yang merugikan masa depan mereka sendiri,” ujar Wakil Bupati.
Wabup juga mengajak seluruh elemen dan lapisan masyarakat terus menjaga budaya kebersamaan satukan keluarga besar di Halmahera Utara, serta menjadikan tingkatkan semangat persatuan di tengah keberagaman demi menjaga daerah ini rukun damai di tengah masyarakat,”tandasnya.

Diketahui, kegiatan ini ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan naskah deklarasi damai oleh perwakilan kedua desa, serta penandatanganan petisi oleh Bupati Halut, dan Wakil Bupati, beserta TNI/Polri serta perwakilan masyarakat semua kedua desa tokoh agama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda
Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si, Wakil Bupati Dr. Kasman Hi Ahmad, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K, perwakilan Dandim 1508/Tobelo, jajaran Forkopimda, DPRD, pimpinan OPD, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta sekitar 300 warga dari kedua desa.(red)












